Rabu, Agustus 05, 2015

Jawaban Tugas MK Pengantar Akuntansi EKMA4115 Manajemen UT


 

Jawaban Tugas MK Pengantar Akuntansi EKMA4115

SUJANA

NIM 018469526

Jurusan Manajemen

 

TUGAS 1 TUTON EKMA4115

 

A.    PT ZAE memiliki data keuangan untuk tahun 2008 dan 2009 sebagai berikut.

 

Nama Akun
2009
2008
 
 
 
 (Rp)
 (Rp)
bangunan
 
 
92.000.000
92.000.000
utang obligasi
 
92.000.000
69.000.000
agio modal saham
 
69.000.000
63.250.000
kendaraan
 
57.500.000
51.750.000
piutang usaha
 
43.700.000
35.075.000
persediaan barang dagangan
37.662.500
40.940.000
laba ditahan
 
34.758.750
58.937.500
depresiasi akumulasi bangunan
34.500.000
28.750.000
investasi dalam obligasi
34.500.000
37.375.000
investasi dalam reksadana
 
 
10.000.000
7.500.000
tanah
 
 
28.750.000
23.000.000
utang wesel
 
27.600.000
25.875.000
depresiasi akumulasi kendaraan
25.300.000
23.000.000
modal saham
 
23.000.000
17.250.000
peralatan kantor
 
18.400.000
20.700.000
utang usaha
 
24.375.000
20.150.000
piutang wesel
 
11.500.000
9.200.000
diskonto utang obligasi
8.625.000
5.750.000
depresiasi akumulasi peralatan kantor
6.900.000
6.325.000
kas
 
 
6.325.000
2.875.000
utang biaya macam-macam
5.462.500
4.485.000
utang pajak penghasilan
4.916.250
8.567.500
cadangan penghapusan piutang
 
 
1.150.000
575.000

 

Petunjuk:

  1. Susunlah neraca PT ZAE untuk tahun yang berakhir 2008 dan 2009. Perhatikan klasifikasi akun sesuai yang Anda pelajari di BMP EKMA4115.
  2. Analisislah kenaikan/penurunan nilai akun pada dua tahun tersebut dalam persentase.

 

 

Jawaban no:1

 

 

PT ZAE

NERACA

Per 31 Desember 2008

Aktiva Lancar
 
 
Utang
 
 
Kas
2875000
 
utang wesel
25875000
 
Piutang usaha
35075000
 
utang usaha
20150000
 
Piutang wesel
9200000
 
utang biaya macam-macam
4485000
 
Persediaan barang dagangan
40940000
 
utang pajak penghasilan
8567500
 
Investasi dalam obligasi
37375000
 
utang obligasi
69000000
 
Investasi dalam reksadana
7500000
 
Total Utang
 
128077500
Diskonto utang obligasi
5750000
 
Equitas
 
 
Total aktiva lancar
 
138715000
modal saham
17250000
 
Aktiva Tetap
 
 
agio modal saham
63250000
 
Tanah
 
23000000
laba ditahan
58937500
 
Bangunan
92000000
 
cadangan penghapusan piutang
575000
 
Depresiasi akumulasi bangunan
28750000
 
 
 
140012500
 
 
63250000
 
 
 
Peralatan kantor
20700000
 
 
 
 
Depresiasi akumulasi peralatan kantor
6325000
 
 
 
 
 
 
14375000
 
 
 
Kendaraan
51750000
 
 
 
 
Depresiasi akumulasi kendaraan
23000000
 
 
 
 
 
28750000
 
 
Total Aktiva
268090000
Utang + Modal
268090000

 

 

 

 

 

 

PT ZAE

NERACA

31Desember 2009

Aktiva Lancar
 
 
Utang
 
 
Kas
6325000
 
utang wesel
27600000
 
Piutang usaha
43700000
 
utang usaha
24375000
 
Piutang wesel
11500000
 
utang biaya macam-macam
5462500
 
Persediaan barang dagangan
37662500
 
utang pajak penghasilan
4916250
 
Investasi dalam obligasi
34500000
 
utang obligasi
92000000
 
Investasi dalam reksadana
10000000
 
Total Utang
 
154353750
Diskonto utang obligasi
8625000
 
Equitas
 
 
Total aktiva lancar
 
152312500
modal saham
23000000
 
Aktiva Tetap
 
 
agio modal saham
69000000
 
Tanah
 
28750000
laba ditahan
34758750
 
Bangunan
92000000
 
cadangan penghapusan piutang
1150000
 
Depresiasi akumulasi bangunan
34500000
 
 
 
127908750
 
 
57500000
 
 
 
Peralatan kantor
18400000
 
 
 
 
Depresiasi akumulasi peralatan kantor
6900000
 
 
 
 
 
 
11500000
 
 
 
Kendaraan
57500000
 
 
 
 
Depresiasi akumulasi kendaraan
25300000
 
 
 
 
 
32200000
 
 
Total Aktiva
282262500
Utang + Modal
282262500

 

 

 

Jawaban no:2

 

Aktiva Lancar naik 9.9 %
Aktiva tetap naik 0.44 %
Utang naik 20.516%
Modal menurun 8.64%
Total aktiva naik 5.286%

 

Soal:

B. PT. HOKI adalah perusahaan dagang yaitu supplier bahan makanan ternak yang pada akhir Desember 2009, memiliki sebagian data keuangan (dalam rupiah) dari daftar saldo adalah sebagai berikut.

 

7.000
 
Persediaan barang dagangan
385.000
 
Pembelian
1.578.000
 
Potongan pembelian
 
18.950
Retur dan keringanan pembelian
 
13.050
Biaya angkut pembelian
219.000
 
Harga pokok penjualan
-
 
Asuransi dibayar di muka
2.750
 
Kendaraan
2.000.000
 

 

Barang yang masih belum terjual di gudang Rp322.650; sistem persediaan yang digunakan adalah fisik; perlukah dilakukan penyesuaian pada 31 Desember 2009? Jika Anda menjawab ”perlu”, bagaimana jurnal penyesuaiannya, dan jika ”tidak perlu” kemukakan alasan Anda.

 

  1. Selain data pada no. 1 di atas, diketahui pula data penyesuaian lain sebagai berikut.

  1. masih terdapat sisa bahan habis pakai Rp2.500
  2. biaya asuransi untuk tahun 2009 Rp2.250.
  3. depresiasi kendaraan 20% per tahun.

 

Diminta: buatlah jurnal penyesuaian pada 31 Desember 2009 untuk poin a, b, dan c di atas.

SELAMAT MENGERJAKAN

 

 

 

 

 

 

 

Jawaban No: 3

 

Adalah perlu dilakukan penyesuaianan :

 

Jurnal Penyesuaian

(31 Desember 2009 )

AKUN
DEBET
KREDIT
1)    Biaya barang dangangan
62350
 
                 Barang dagangan
 
62350
       ( mencatat persediaan barang dagangan) 
 
 
2) a. Biaya bahan habis pakai
4500
 
                 Bahan habis pakai
 
4500
        (mencatat pemakaian bahan habis pakai)
 
 
    b. Biaya asuransi
500
 
                  Persekot Asuransi
 
500
        (biaya asuransi selama th 20090  
 
 
    c.  Biaya depresiasi
400000
 
                  Akumulasi Depresiasi
 
400000
       (Mencatat depresiasi )
 
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Selasa, Agustus 04, 2015

Tugas 2 Ekonomi Moneter


Sujana, Nim;018469526

Tugas 2 Ekonomo Moneter

  1. Apa penyebab pada saat kondisi nilai tukar rupiah menurun, pemerintah menurunkan jumlah uang yang beredar dalam masyarakat?

Jawab:

(1) Adanya peningkatan jumlah uang beredar. Peningkatan jumlah uang beredar ini di Indonesia disebabkan antara lain oleh peristiwa:

  • Kenaikan harga migas di luar negeri
  • Meningkatnya bantuan luar negeri
  • Masuknya modal asing, khususnya investasi portfolio di pasar uang
  • Meningkatnya anggaran Pemerintah secara mencolok
  • Depresiasi nilai Rupiah dan gejolak mata uang konvertibel
    (2) Adanya tekanan pada tingkat harga umum, yang dapat dipengaruhi oleh kejadian-kejadian berikut ini :

  • Penurunan produksi pangan akibat musim kering yang berkepanjangan
  • Peningkatan harga komoditi umum secara mendadak
  • Pencabutan program subsidi BBM
  • Kenaikan harga BBM yang mencolok
  • Kenaikan tarif listrik
    (3) Kebijakan Pemerintah dalam mendorong kegiatan ekspor non-migas; maupun kebijakan lainnya yang bersifat distortif seperti antara lain:

  • Lonjakan inflasi setelah dikeluarkannya kebijakan devaluasi
  • Kebijakan tata niaga yang menciptakan pasar yang oligopolistis dan monopolistis
  • Pungutan-pungutan yang dikenakan dalam perjalanan lalu lintas barang dan mobilitas tenaga kerja
  • Kebijakan peningkatan tingkat upah minimum regional
    (4) Peningkatan pertumbuhan agregat demand yang dipicu oleh perubahan selera masyarakat, atau kebijakan pemberian bonus perusahaan dan faktor spekulatif lainnya:

  • Pemberian bonus THR mendekati jatuhnya Hari Raya.
  • Pemberian bonus prestasi perusahaan
  • Perkembangan pusat belanja yang ekspansif dengan mematikan fungsi keberadaan pasar tradisional di lokalitas tertentu.
    Pada masa lalu pencetus inflasi di Indonesia lebih dipengaruhi oleh inflasi yang berasal dari impor bahan baku dan penolong. Hal ini beralasan karena sebagian besar dari bahan baku tersebut masih diimpor dari luar negeri, akibat struktur industri yang sedikit mengandung local content.
     
    Untuk menjaga kestabilan nilai mata uang, Bank Indonesia sebagai otoritas moneter diberikan beberapa wewenang dalam melakukan tugasnya. Dengan merumuskan dan melaksanakan kebijakan moneter untuk mengendalikan uang beredar dan suku bunga dalam perekonomian agar dapat mendukung pencapaian tujuan kestabilan nilai uang tidak boleh dilakukan secara fleksibel. Hal ini akan mempersulit dan menyebabkan aktivitas ekonomi menjadi terkendala dan lesu jika Bank Indonesia terlalu intervensi dalam hal pengendalian jumlah uang beredar.
     
    Sebaliknya, pengendalian uang beredar dan suku bunga tidak boleh terlalu longgar karena akan menyebabkan tidak terpeliharanya kestabilan nilai uang, yang akan mendorong merosotnya kepercayaan masyarakat dan mempersulit perencanaan bisnis para pengusaha
     

  1. Apa pengaruh tingkat suku bunga dan investasi?

Jawab:

Suku bunga adalah biaya yang harus dibayar oleh peminjam atas pinjaman yang diterima dan merupakan imbalan bagi pemberi pinjaman atas investasinya. Suku bunga mempengaruhi keputusan individu terhadap pilihan membelanjakan uang lebih banyak atau menyimpan uangnya dalam bentuk tabungan. Suku bunga dibedakan menjadi dua, suku bunga nominal dan suku bunga riil. Suku bunga nominal adalah tingkat bunga (rate) yang dapat diamati di pasar. Sedangkan suku bunga riil adalah konsep yang mengukur tingkat bunga yang sesungguhnya setelah suku bunga nominal dikurangi dengan laju inflasi yang diharapkan. Tingkat suku bunga juga digunakan pemerintah untuk mengendalikan tingkat harga, ketika tingkat harga tinggi dimana jumlah uang yang beredar di masyarakat banyak sehingga konsumsi masyarakat tinggi akan diantisipasi oleh pemerintah dengan menetapkan tingkat suku bunga yang tinggi. Dengan tingkat suku bunga tinggi yang diharapkan kemudian adalah berkurangnya jumlah uang beredar sehingga permintaan agregat pun akan berkurang dan kenaikan harga bisa diatasi

 

  1. Bagaimanakah praktek inflasi jika dilihat dari adanya tekanan permintaan?

Jawab:

Demand pull inflation

Dikarenakan adanya permintaan total yang berlebihan dimana biasanya dipicu oleh membanjirnya likuiditas di pasar sehingga terjadi permintaan yang tinggi dan memicu perubahan pada tingkat harga. Bertambahnya volume alat tukar atau likuiditas yang terkait dengan permintaan terhadap barang dan jasa mengakibatkan bertambahnya permintaan terhadap faktor-faktor produksi.

Faktor-faktor Produksi :

1. Alam.

2. Tenaga kerja.

3. Modal.

4. Kewirausahaan. Sektor-sektor produksi :

- Primer.

- Sekunder.

- Tersier.

- Publik.

- Swasta.

- Konsumsi.

- Investasi.

 

 

  1. Bagaimanakah praktek inflasi jika dilihat dari adanya dorongan biaya?

Jawab:

Inflasi desakan biaya (cost push inflation)

terjadi akibat adanya kelangkaan produksi dan/atau juga termasuk adanya kelangkaan distribusi, walau permintaan secara umum tidak ada perubahan yang meningkat secara signifikan. Adanya ketidak-lancaran aliran distribusi ini atau berkurangnya produksi yang tersedia dari rata-rata permintaan normal dapat memicu kenaikan harga sesuai dengan berlakunya hukum permintaan-penawaran, atau juga karena terbentuknya posisi nilai keekonomian yang baru terhadap produk tersebut akibat pola atau skala distribusi yang baru.

 

Rabu, Mei 13, 2015

JAWABAN DISKUSI 2 PT. MAX TOP, TAP Manajemen UT


 

PT. MAX TOP

 

PT. Max Top adalah suatu perusahaan yang bergerak dalam bidang telekomunikasi, termasuk telepon genggam. Saat ini PT. Max Top menempati posisi pertama dalam meraih pangsa pasar di Indonesia. PT. Max Top menerapkan filosofi “ kepuasan pelanggan berarti kesejahteraan” yang mulai dicanangkan sejak tahun 2005. Pihak manajemen selalu menekankan bahwa apabila pelanggan puas dengan produk mereka, maka akan mendatangkan keuntungan besar bagi perusahaan dan pada akhirnya akan mendatangkan kesejahteraan bagi seluruh karyawan. Demikian pula sebaliknya, apabila pelanggan tidak puas dengan produk mereka, maka penjualan akan menurun dan pada akhirnya perusahaan akan mengalami kerugian. Selama sepuluh tahun beroperasi, PT. Max Top telah memproduksi berbagai peralatan komunikasi berteknologi tinggi yang bertujuan untuk memuaskan pelanggan. Dengan alasan kepuasan pelanggan itulah, pihak manajemen menetapkan standar mutu yang ketat, mulai dari pengadaan bahan baku, pemilihan pemasok, proses produksi, tenaga ahli, sampai pada distribusi produk.

 

Saat ini PT. Max Top memiliki pabrik perakitan di Bekasi. Pada awal tahun 2011, PT. Max Top berencana untuk memperluas daerah pemasaran meliputi wilayah Indonesia bagian timur yang diharapkan dapat memberikan tambahan keuntungan bagi perusahaan. Untuk itu, pihak manajemen merencanakan untuk mendirikan satu pabrik baru. Terdapat 3 alternatif kota yang dapat dijadikan lokasi pabrik yaitu kota A, kota B, dan kota C. Apabila pabrik ditempatkan di kota A, maka biaya tetap per bulan yang akan ditanggung perusahaan saat pabrik telah beroperasi adalah sebesar  Rp50.000.000,00 dan biaya variabel sebesar Rp350.000,00 per unit.  Untuk kota B, biaya tetap per bulan adalah sebesar Rp35.000.000,00 dan biaya variabel sebesar Rp400.000,00 per unit, dan untuk kota C biaya tetap per bulan adalah Rp40.000.000,00 dan biaya variabel sebesar Rp300.000,00 per unit.

           

           

 

PERTANYAAN

 

1.      Hitunglah total biaya untuk setiap lokasi dengan mempertimbangkan biaya tetap dan biaya variabel pada kapasitas 400 unit per bulan, kemudian tentukan kota manakah yang sebaiknya dipilih! Jelaskan alasan Saudara!
 
 

 

 

Selamat Mengerjakan

Utamakan Kejujuran

 

 

 

 

JAWABAN DISKUSI 2

 

Total biaya untuk:

Kota A:           Rp50.000.000 + (400 x Rp350.000)  = Rp190.000.000,00 

Kota B:           Rp35.000.000 + (400 x Rp400.000)  = Rp195.000.000,00 

Kota C:           Rp40.000.000 + (400 x Rp300.000) = Rp160.000.000,00  

 

Berdasarkan perhitungan tersebut, maka lokasi yang dipilih sebaiknya adalah kota C karena biayanya paling murah.