Selasa, Agustus 04, 2015

Tugas 2 Ekonomi Moneter


Sujana, Nim;018469526

Tugas 2 Ekonomo Moneter

  1. Apa penyebab pada saat kondisi nilai tukar rupiah menurun, pemerintah menurunkan jumlah uang yang beredar dalam masyarakat?

Jawab:

(1) Adanya peningkatan jumlah uang beredar. Peningkatan jumlah uang beredar ini di Indonesia disebabkan antara lain oleh peristiwa:

  • Kenaikan harga migas di luar negeri
  • Meningkatnya bantuan luar negeri
  • Masuknya modal asing, khususnya investasi portfolio di pasar uang
  • Meningkatnya anggaran Pemerintah secara mencolok
  • Depresiasi nilai Rupiah dan gejolak mata uang konvertibel
    (2) Adanya tekanan pada tingkat harga umum, yang dapat dipengaruhi oleh kejadian-kejadian berikut ini :

  • Penurunan produksi pangan akibat musim kering yang berkepanjangan
  • Peningkatan harga komoditi umum secara mendadak
  • Pencabutan program subsidi BBM
  • Kenaikan harga BBM yang mencolok
  • Kenaikan tarif listrik
    (3) Kebijakan Pemerintah dalam mendorong kegiatan ekspor non-migas; maupun kebijakan lainnya yang bersifat distortif seperti antara lain:

  • Lonjakan inflasi setelah dikeluarkannya kebijakan devaluasi
  • Kebijakan tata niaga yang menciptakan pasar yang oligopolistis dan monopolistis
  • Pungutan-pungutan yang dikenakan dalam perjalanan lalu lintas barang dan mobilitas tenaga kerja
  • Kebijakan peningkatan tingkat upah minimum regional
    (4) Peningkatan pertumbuhan agregat demand yang dipicu oleh perubahan selera masyarakat, atau kebijakan pemberian bonus perusahaan dan faktor spekulatif lainnya:

  • Pemberian bonus THR mendekati jatuhnya Hari Raya.
  • Pemberian bonus prestasi perusahaan
  • Perkembangan pusat belanja yang ekspansif dengan mematikan fungsi keberadaan pasar tradisional di lokalitas tertentu.
    Pada masa lalu pencetus inflasi di Indonesia lebih dipengaruhi oleh inflasi yang berasal dari impor bahan baku dan penolong. Hal ini beralasan karena sebagian besar dari bahan baku tersebut masih diimpor dari luar negeri, akibat struktur industri yang sedikit mengandung local content.
     
    Untuk menjaga kestabilan nilai mata uang, Bank Indonesia sebagai otoritas moneter diberikan beberapa wewenang dalam melakukan tugasnya. Dengan merumuskan dan melaksanakan kebijakan moneter untuk mengendalikan uang beredar dan suku bunga dalam perekonomian agar dapat mendukung pencapaian tujuan kestabilan nilai uang tidak boleh dilakukan secara fleksibel. Hal ini akan mempersulit dan menyebabkan aktivitas ekonomi menjadi terkendala dan lesu jika Bank Indonesia terlalu intervensi dalam hal pengendalian jumlah uang beredar.
     
    Sebaliknya, pengendalian uang beredar dan suku bunga tidak boleh terlalu longgar karena akan menyebabkan tidak terpeliharanya kestabilan nilai uang, yang akan mendorong merosotnya kepercayaan masyarakat dan mempersulit perencanaan bisnis para pengusaha
     

  1. Apa pengaruh tingkat suku bunga dan investasi?

Jawab:

Suku bunga adalah biaya yang harus dibayar oleh peminjam atas pinjaman yang diterima dan merupakan imbalan bagi pemberi pinjaman atas investasinya. Suku bunga mempengaruhi keputusan individu terhadap pilihan membelanjakan uang lebih banyak atau menyimpan uangnya dalam bentuk tabungan. Suku bunga dibedakan menjadi dua, suku bunga nominal dan suku bunga riil. Suku bunga nominal adalah tingkat bunga (rate) yang dapat diamati di pasar. Sedangkan suku bunga riil adalah konsep yang mengukur tingkat bunga yang sesungguhnya setelah suku bunga nominal dikurangi dengan laju inflasi yang diharapkan. Tingkat suku bunga juga digunakan pemerintah untuk mengendalikan tingkat harga, ketika tingkat harga tinggi dimana jumlah uang yang beredar di masyarakat banyak sehingga konsumsi masyarakat tinggi akan diantisipasi oleh pemerintah dengan menetapkan tingkat suku bunga yang tinggi. Dengan tingkat suku bunga tinggi yang diharapkan kemudian adalah berkurangnya jumlah uang beredar sehingga permintaan agregat pun akan berkurang dan kenaikan harga bisa diatasi

 

  1. Bagaimanakah praktek inflasi jika dilihat dari adanya tekanan permintaan?

Jawab:

Demand pull inflation

Dikarenakan adanya permintaan total yang berlebihan dimana biasanya dipicu oleh membanjirnya likuiditas di pasar sehingga terjadi permintaan yang tinggi dan memicu perubahan pada tingkat harga. Bertambahnya volume alat tukar atau likuiditas yang terkait dengan permintaan terhadap barang dan jasa mengakibatkan bertambahnya permintaan terhadap faktor-faktor produksi.

Faktor-faktor Produksi :

1. Alam.

2. Tenaga kerja.

3. Modal.

4. Kewirausahaan. Sektor-sektor produksi :

- Primer.

- Sekunder.

- Tersier.

- Publik.

- Swasta.

- Konsumsi.

- Investasi.

 

 

  1. Bagaimanakah praktek inflasi jika dilihat dari adanya dorongan biaya?

Jawab:

Inflasi desakan biaya (cost push inflation)

terjadi akibat adanya kelangkaan produksi dan/atau juga termasuk adanya kelangkaan distribusi, walau permintaan secara umum tidak ada perubahan yang meningkat secara signifikan. Adanya ketidak-lancaran aliran distribusi ini atau berkurangnya produksi yang tersedia dari rata-rata permintaan normal dapat memicu kenaikan harga sesuai dengan berlakunya hukum permintaan-penawaran, atau juga karena terbentuknya posisi nilai keekonomian yang baru terhadap produk tersebut akibat pola atau skala distribusi yang baru.

 

Rabu, Mei 13, 2015

JAWABAN DISKUSI 2 PT. MAX TOP, TAP Manajemen UT


 

PT. MAX TOP

 

PT. Max Top adalah suatu perusahaan yang bergerak dalam bidang telekomunikasi, termasuk telepon genggam. Saat ini PT. Max Top menempati posisi pertama dalam meraih pangsa pasar di Indonesia. PT. Max Top menerapkan filosofi “ kepuasan pelanggan berarti kesejahteraan” yang mulai dicanangkan sejak tahun 2005. Pihak manajemen selalu menekankan bahwa apabila pelanggan puas dengan produk mereka, maka akan mendatangkan keuntungan besar bagi perusahaan dan pada akhirnya akan mendatangkan kesejahteraan bagi seluruh karyawan. Demikian pula sebaliknya, apabila pelanggan tidak puas dengan produk mereka, maka penjualan akan menurun dan pada akhirnya perusahaan akan mengalami kerugian. Selama sepuluh tahun beroperasi, PT. Max Top telah memproduksi berbagai peralatan komunikasi berteknologi tinggi yang bertujuan untuk memuaskan pelanggan. Dengan alasan kepuasan pelanggan itulah, pihak manajemen menetapkan standar mutu yang ketat, mulai dari pengadaan bahan baku, pemilihan pemasok, proses produksi, tenaga ahli, sampai pada distribusi produk.

 

Saat ini PT. Max Top memiliki pabrik perakitan di Bekasi. Pada awal tahun 2011, PT. Max Top berencana untuk memperluas daerah pemasaran meliputi wilayah Indonesia bagian timur yang diharapkan dapat memberikan tambahan keuntungan bagi perusahaan. Untuk itu, pihak manajemen merencanakan untuk mendirikan satu pabrik baru. Terdapat 3 alternatif kota yang dapat dijadikan lokasi pabrik yaitu kota A, kota B, dan kota C. Apabila pabrik ditempatkan di kota A, maka biaya tetap per bulan yang akan ditanggung perusahaan saat pabrik telah beroperasi adalah sebesar  Rp50.000.000,00 dan biaya variabel sebesar Rp350.000,00 per unit.  Untuk kota B, biaya tetap per bulan adalah sebesar Rp35.000.000,00 dan biaya variabel sebesar Rp400.000,00 per unit, dan untuk kota C biaya tetap per bulan adalah Rp40.000.000,00 dan biaya variabel sebesar Rp300.000,00 per unit.

           

           

 

PERTANYAAN

 

1.      Hitunglah total biaya untuk setiap lokasi dengan mempertimbangkan biaya tetap dan biaya variabel pada kapasitas 400 unit per bulan, kemudian tentukan kota manakah yang sebaiknya dipilih! Jelaskan alasan Saudara!
 
 

 

 

Selamat Mengerjakan

Utamakan Kejujuran

 

 

 

 

JAWABAN DISKUSI 2

 

Total biaya untuk:

Kota A:           Rp50.000.000 + (400 x Rp350.000)  = Rp190.000.000,00 

Kota B:           Rp35.000.000 + (400 x Rp400.000)  = Rp195.000.000,00 

Kota C:           Rp40.000.000 + (400 x Rp300.000) = Rp160.000.000,00  

 

Berdasarkan perhitungan tersebut, maka lokasi yang dipilih sebaiknya adalah kota C karena biayanya paling murah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Selasa, Oktober 14, 2014

Garut Pangirutan pamandangan anu endah, gunung Guntur luhuren Cipanas

Hayu urang wangun kaendahan tempat urang, kautaminan lembur sorangan mawa nikmat kana hate rejeng tengtrem kana manah.

Lembur kuring nu endah

Incu lucu "Qisya Safira Qisty Toreh"

Anaking jimat awaking anu mawa nyaring berang peuting teu lesot mieling ka gusti Alloh nu Rohim
Ayeuna hidep di dunya kenging pancen ibadah mung wungkul ka Robbul ijati Alloh azawajala






Idul Adha di FPSO Belanak

05 Oktober 2014, adalah jatuhnya penanggalan 10 Julhizah 1435 hijriah versi pemerintah indonesia, dimana versi Muhammadiah dan Arab saudi jatuh pada hari Sabtu kemarin tgl 04 Oktober 2014, begitulah di Indonesia selalu pengin beda.
Tidak terasa 9 hari lagi saya telah genap 10 tahun bekerja diatas FPSO Belanak ini semenjak Sail away 24 oktober 2004.
Baru saja menunaikan shalat Idul Adha di ruangan yang biasa dipakai Jumatan dan safety morning meeting. Perasaan saya yang masih berada di FPSO ini memang berjalan seperti baru saja setelah sail away moment yang seperti ini terasa biasa beberapa kali malam takbiran idul Fitri dan Idul Adha saya dan temen2 ada di FPSO.
Tetapi kalo melihat kepada keadaan sekarang sebenarnya telah terjadi peristiwa dan perubahan yang cukup signifikan, dari bergantian datang dan pergi boss dan temen ternyata cukup tinggi frekuwensinya, sangat tidak disadari ketika melihat dengan seksama diri ini perubahan nampak jelas, tenaga yang pelan2 melemah, rambut yang bertambah putih walaupun tidak separah temen2 seusia, juga peubahan dalam keluarga saya sekarang sudah punya cucu umur 1tahun yang cantik manis lucu dan gemes, disamping itu anak yang laki yang dulunya masih SD sekarang sudah ku
liah semester 3.
Alhamdulillah puja dan puji sukur kupanjatkan kepadaMu ya Robb Engkau telah menganugrahkan segalanya kepada kami semoga keberkahan senantiasa tetap tercurah kepada keluarga ku amiinn ya Alloh ya Robbalalamin.

Ekonomi Moneter Tugas 1 (Jawab)




Sujana
NIM 018469526
Jawaban Tugas 1 Ekonomi moneter Manajemen UT


  1. Sebut dan jelaskan jenis-jenis uang yang terdapat dalam masyarakat!
Jawab:
A.    Fungsi Uang Dalam Masyarakat
Fungsi uang paling tidak ada tiga, yaitu:
1.     Sebagai alat tukar menukar;
Fungsi uang sebagai alat tukar menukar dan sebagai alat satuan hitung dikatakan sebagai fungsi primer uang.
2.     Sebagai satuan pengukur nilai
Fungsi uang sebagai satuan pengukur nilai atau satuan hitung artinya adalah dengan uang maka nilai suatu barang dapat dihitung dan diperbandingkan. Sebagai contoh di Indonesia mata uang Rupiah adalah dasar pengukur nilai dari barang dan jasa yang diperdagangkan di pasar. Dengan Rupiah, maka kita dapat mengukur nilai sebuah pesawat TV, komputer, sepeda motor, mobil, dan sebagainya.
3.     Sebagai alat penimbun atau penyimpan kekayaan
Artinya bahwa dengan memiliki simpanan uang berarti kita memiliki sejumlah harta yang likuiditasnya tinggi, karena harta yang kita miliki tidak hanya berupa barang seperti rumah, mobil, perhiasan, dan lain-lain, tetapi bisa juga dalam bentuk uang, baik dalam bentuk uang tunai atau ‘cash’ maupun dalam bentuk surat-surat berharga, seperti sertifikat deposito. Fungsi uang sebagai penyimpan kekayaan dikatakan sebagai fungsi sekunder.
B.    Jenis-jenis Uang
Penggolongan uang dapat dilakukan melalui beberapa cara, yaitu:
1.     Berdasarkan material atau bahannya, uang dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:
* uang kertas, dan
* uang logam.
Uang kertas dalam bahasa Inggris disebut paper money atau folding money (uang lipatan). Nilai intrinsik atau nilai materil uang kertas relatif kecil sekali, namun uang ini banyak dipergunakan
Uang logam, bahannya bisa dari emas, perak, platina, timah, aluminium, nikel, atau perunggu.
Kedua jenis uang ini, yaitu uang kertas dan uang logam, biasa disebut dengan uang kartal
Pada uang kartal biasanya terdapat tulisan atau logo Bank Indonesia (BI), karena yang menerbitkan memang Bank Indonesia.
2.     Berdasarkan nilainya, uang dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:
*       uang bernilai penuh atau full bodied money,
*       dan uang yang tidak bernilai penuh atau representative full bodied money atau disebut juga dengan token money.
3.     Penggolongan berikutnya adalah berdasarkan badan atau lembaga pembuatnya, dimana uang dapat dibedakan menjadi:
o    uang kartal, dan
o    uang giral.
Uang kartal bisa dilihat dari segi materi atau bahannya, maupun badan penciptanya. Dilihat dari badan penciptanya, uang kartal ini diterbitkan atau dikeluarkan oleh bank sentral, yaitu Bank Indonesia.

Uang giral dibuat dan diedarkan oleh bank-bank umum, baik bank umum milik pemerintah maupun bank umum swasta.
Pengertian uang giral sendiri atau demand deposits money adalah uang tunai milik nasabah yang dititipkan pada bank, yang pengambilannya dapat dilakukan setiap saat, baik dengan menggunakan cek maupun bilyet giro. Dengan kata lain, uang giral adalah saldo rekening koran nasabah di bank
4.     Di samping itu ada satu jenis uang lagi yaitu uang quasi (quasi money atau near money). Termasuk ke dalam uang quasi adalah tabungan, deposito berjangka, obligasi pemerintah, serta rekening valuta asing milik swasta domestik. Uang quasi ini tidak termasuk ke dalam penggolongan uang berdasarkan badan pencipta uang.

5.     Berdasarkan kawasan atau daerah berlakunya, uang dapat dibedakan menjadi:
o    uang domestik, dan
o    uang internasional.
Uang domestik adalah uang yang berlaku hanya di suatu negara tertentu,
     
Sedangkan uang internasional tidak hanya berlaku di negara asalnya, tetapi juga berlaku sebagai alat pembayaran dalam perdagangan internasional di banyak negara bahkan seluruh dunia.

  1. Jelaskan dasar bank-bank melakukan merger dan apa perlunya suatu bank mengadakan penggabungan!

Jawab:

Gagasan Merger Bank
Gagasan atau ide melakukan merger bank sebenarnya sudah cukup lama didengungkan, seiring dengan mulai rontoknya sejumlah bank di tanah air. Barangkali masih ingat dalam benak pikiran kita ketika pemerintah melakukan likuidasi enambelas bank sekitar Nopember 1997. Rontoknya 16 bank umum sekitar Nopember 1997, tersebut nampaknya telah menyentakkan dunia perbankan nasional. Kecemasan demi kecemasan terus menghantui para bankir khususnya pihak swasta, jangan-jangan likuidasi atau pembekuan bank akan terus bergulir. Bahkan beberapa pengamat perbankan pada saat itu memprediksikan bahwa masih ada likuidasi babak berikutnya terhadap beberapa bank lainnya yang sebenarnya juga memiliki kinerja yang kurang lebih sama dengan teman-temannya yang sudah gulung tikar tersebut.

Ternyata dugaan para pengamat perbankan terhadap munculnya likuidasi susulan terhadap bank-bank yang tidak sehat, baik dari sisi permodalan, kualitas aset, manajemen, rentabilitas, maupun likuiditasnya ternyata tak dapat dihindari lagi, meskipun dengan bahasa yang agak berbeda yaitu pembekuan operasi (Bank Beku Operasi/BBO). Disamping itu, juga munculnya sejumlah bank yang dengan terpaksa masuk dalam perawatan lembaga penyehatan perbankan nasional, BPPN (Badan Penyehatan Perbankan Nasional).

Sekitar Maret 1998, empat belas bank swasta nasional akhirnya ditertibkan pemerintah, tujuh bank dibekukan operasinya (Bank Kredit Asia, Centris International Bank,, Bank Deka, Bank Subentra, Bank Pelita, Hokindo Bank, dan Bank Surya), dan tujuh bank lainnya dalam pengawasan BPPN (BDNI, Bank Exim, Bank Danamon, BUN, Bank Tiara Asia, Bank PDFCI, Modern Bank).

Dalam perkembangannya, bank yang dalam pengawasan BPPN tersebut setelah menjalani perawatan dalam kurun waktu tertentu, akhirnya pada tanggal 21 Agustus 1998 pemerintah mengambil keputusan yang tidak mengenakkan dunia perbankan yaitu melakukan pembekuan operasi terhadap tiga bank swasta BDNI, Bank Modern, dan BUN (Bank Beku Operasi/BBO) serta pengambilalihan kepemilikian oleh pemerintah (Bank Take Over) terhadap empat bank swasta yaitu Bank Danamon, Bank BCA, Bank Tiara, dan Bank PDFCI.

Rentetan peristiwa yang tidak mengenakkan dalam dunia perbankan tersebut, telah memunculkan suatu alternatif penyelamatan dunia perbankan dari keruntuhannya melalui merger bank. Dalam artian yang sederhana, merger bank adalah suatu proses penggabungan antara dua bank atau lebih menjadi sebuah bank baru atas dasar kesepakatan kedua belah pihak yang saling menguntungkan. Dengan kata lain, bahwa dalam proses merger perlu diterapkan prinsip-prinsip win-win solution. Oleh karena keempat bank yang di merger tersebut berada dalam perawatan BPPN, maka proses merger bank yang dilakukan menjadi relative tidak banyak kendalanya.

Motivasi Merger Bank
Meskipun alasan pemergeran kelima bank tersebut tidak secara eksplisit dinyatakan secara jelas, namun sebenarnya alasan merger bank arahnya dapat diduga. Apa sebenarnya yang mendasari suatu bank melakukan merger? Paling tidak ada tiga alasan penting yang mendasari  mengapa bank perlu melakukan merger yaitu pertama : untuk menciptakan suatu sinergi, khususnya yang berkaitan dengan memperkuat aset, modal dan jaringan pemasaran yang telah ada; kedua : untuk meningkatkan efisiensi dan optimalisasi kerja bank; dan ketiga : meningkatkan peran manajerial bagi bank hasil merger.

Bank-bank yang telah melakukan merger tersebut dengan sendirinya jumlah aset dan modal bank yang dimilikinya akan menjadi besar. Sebagai contoh, Bank Mandiri yang merupakan bank hasil merger antara empat bank pemerintah yaitu Bank Bumi Daya, Bank Dagang Negara, Bank Exim, dan Bank Pembangunan Indonesia, total asetnya pada saat akan di merger diperkirakan mencapai lebih dari Rp. 90 triliun dan modal sendiri mencapai sekitar Rp. 9 triliun.  Disamping menambah jumlah aset dan modalnya, maka jumlah nasabah yang dapat dilayaninya, serta jumlah kantor cabang dari hasil merger bank tersebut juga semakin meningkat.




  1. Sebut dan jelaskan instrumen umum kebijakan moneter yang dapat dipakai oleh bank sentral!
Jawab:
Kebijakan moneter merupakan kebijakan yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia, yang dibedakan menjadi dua, yaitu:
1.     Kebijakan moneter kuantitatif , yang meliputi:
a.     Poltik Pasar Terbuka
BI mengendalikan jumlah uang beredar dengan cara jual beli surat-surat berharga.BI mempunyai instrumen yaitu Sertifikat Bank Indonesia (SBI). Apabila jumlah uang beredar dalam masyarakat terlalu besar, maka BI dapat menjual SBI kepada masyarakat (bank-bank umum). Apabila bank umum membeli SBI artinya ada            uang yang tersedot ke pemerintah (BI), yang berarti jumlah uang beredar berkurang.
b.    Politk Diskonto dan bunga pinjaman.
BI dapat membeli surat-surat berharga bank-bank umum yang tingkat likuiditasnya tinggi, dengan tingkat diskonto yang telah ditetapkan oleh BI. BI juga bisa memberikan pinjaman kepada bank-bank umum, yang artinya terjadi penambahan jumlah uang beredar. BI dapat juga menaikkan bunga pinjaman kepada bank-bank umum, maka bank umum akan mengurangi jumlah pinjamannya dari bank Indonesia.
c.     Politik merubah cadangan minimal bank-bank umum pada BI
Setiap bank umum wajib mempunyai cadangan di BI dan jumlahnya ditetapkan oleh BI. Istilahnya adalah reserve requirement. Apabila Bank Indonesia menaikkan tingkat cadangan minimal bank-bank umum, katakanlah dari 10% menjadi 15%, maka hal ini akan mengurangi jumlah uang beredar, karena semakin besarnya modal bank-bank umum yang harus disimpan di BI.
2.     Kebijakan moneter kualitatif, yang meliputi:
a.     Pengawasan pinjaman secara selektif
Bank sentral mengawasi pinjaman dan investasi yang dilakukan oleh bank-bank umum, agar bank-bank umum selektif dalam memberikan kredit kepada debitur.
b.    Pembujukan moral
Bank sentral mengadakan pertemuan langsung dengan pimpinan bank-bank umum untuk meminta langkah-langkah tertentu dalam rangka membantu kebijaksanaan-kebijaksanaan yang diambil oleh pemerintah. Melalui pembujukan moral ini, bak\nk sentral dapat meminta bank-bank umum untuk menambah atau mengurangi pinjaman di semua sektor atau hanya di sektor-sektor tertentu saja. Ataupun membuat perubahan-perubahan tingkat bunga yang mereka tetapkan.

Kebijakan Fiskal (Pajak)
Kebijakan ini juga dapat mempengaruhi jumlah uang beredar, yaitu melalui pajak. Apabila pemerintah, dalam hal ini Departemen Keuangan, memperluas objek pajak, berarti akan lebih banyak uang yang tersedot ke pemerintah. Dalam hal ini berarti jumlah uang beredar menjadi berkurang. Demikian pula misalnya ketika pemerintah menaikkan pajak kendaraan bermotor pada tahun 1999 sebesar kurang lebih 100%, hal ini berarti terjadi penyerapan (absorbsi) uang yang beredar.

Minggu, Agustus 05, 2012

FPSO Belanak Natuna


10 October 2004 FPSO ini sail away dari Batam,4 hari 3 malam baru nyampai ke tempat sekarang terpancang di tengah laut Natuna sebelah utara hampir disisi laut Cina Selatan, sejak itu juga aku menempati facilitas diatasnya dimana aku salah satunya yang mengoperasikan perlengkapan yang ada di atasnya seperti: generator listrik, pemurnian minyak mentah, kilang lpg, tanki penampung minyak, dan semua proses pendukungnya. Alhamdulillah sekarang bulan puasa bulan Agustus 2012 adalah bula puasa yang ke 8 kali ada di anjungan terapung ini.
Maha besar engkau ya Allah yang dengan kuasaMU aku menjadi sebgian yang mendapat rizkyMU dari perantaraan aku bekerja di FPSO ini, semoga selalu Engkau melindumgi dari semua mara bahaya yang terkandung di dalamnya dan melimpahkan rizky dan kebaikan dari segala arah dan tempat amin..amin amin ya robbalalamin